KLIK DISINI UNTUK MELIHAT-LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA RATA-RATA KEPOKMAS DAN BARANG STRATEGIS KABUPATEN BLORA PER TANGGAL 5 NOPEMBER 2015
Terjemahan
Indonesian Chinese (Simplified) English
Kurs Mata Uang
Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com ?>
Promosi

Industri

Perdagangan

Koperasi

UMKM

Home

DINPERINDAGKOP DAN UMKM KABUPATEN BLORA STUDI BANDING KE PASAR KARANG PLOSO KABUPATEN MALANG

MALANG – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM kabupaten Blora Melalui Bidang Pengelolaan Pasar beserta pengelola pedagang kaki lima ( PKL ) dan asongan melakukan studi banding ke pasar Karangploso Kabupaten Malang Tanggal 03-04 Juni 2016 guna melihat penataan pedagang kaki lima ( PKL ) dan asongan. untuk kemudian nantinya bisa diterapkan di pasar yang ada di Kabupaten Blora.

Studi banding tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan menambah wawasan para pengelola pedagang kaki lima dan asongan. dalam pengelolaan pedagang kaki lima ( PKL ) dan asongan tidaklah mudah. Pasalnya, terdapat banyak kendala dalam menata para pedagang yang ada.

Kabid Pengelolaan pasar Jasmadi, SE mengharapkan, setelah studi banding ini para pengelola pedagang kaki lima dan asongan bisa merubah pola pikir yang positif dan mengambil pelajaran dari pembinaan yang diberikan dalam studi banding tersebut. Karena penataan pedagang kaki lima dan asongan di Kabupaten Blora belum merata dikernakan keterbatasan sumber daya manusia.

"Kami berharap ada perubahan dari para pedagang kaki lima dan asongan, karena sukses atau tidaknya suatu proses pembenahan harus dilatar belakangi dengan adanya kerjasama yang solid dari pedagang dan pihak pengelola untuk satu kemajuan," ujarnya.

 

Terakhir Diperbaharui (Jumat, 01 Juli 2016 08:46)

 

SOSIALISASI PUPUK BERSUBSIDI KECAMATAN KUNDURAN

KUNDURAN, Sosialisasi Pupuk Bersubsidi yang dilakukan oleh Dinas perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Blora dilaksanakan di Kecamatan Kunduran, diikuti pendistributor dan pengecer Pupuk Bersubsidi serta Petani daerah Kec. Kunduran yang dilaksanakan tanggal 01 Juni 2016.

Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pembinaan mengenai Pendistribusian, Penjualan Pupuk Bersubsidi serta bahan Tani tentang bagaimana aturan distribusi.

Beberapa Peraturan serta Pengetahuan mengenai Pupuk Bersubsidi dan Tani dijelaskan dalam Kegiatan Sosialisasi ini.

Dasar Hukum

  1. PUPUK BERSUBSIDI. PERMENTAN NO. 60 TAHUN 2015 TENTANG KEBUTUHAN dan HARGA ECERAN TERTINGGI PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2016.
  2. PERMENDAG NO. 15 TAHUN 2013 TENTANG PENGADAAN dan PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN.

Agar pupuk bersubsidi tepat sasaran maka diatur oleh Pemerintah :

1. Untuk Perencaan Kebutuhan Pupuk bersub sidi diatur berdasarkan Permentan no. 60 tahun 2015.

(Disinilah para Kelompok tani beperan dalam hal perencaan melalui pembuatan RDKK  tiap tahun yang dibimbing oleh PPL masing-masing ).

2. Untuk Pelaksanaan Distribusi Pupuk bersubsidi diatur oleh Permendag no. 15 tahun 2013.

(Disini ada Peran Produsen, Distributor dan Pengecer)

 

Tugas Distributor & Pengecer

Tugas Distributor :

  1. Distributor Wajib menjamin kelancaran penyaluran pupuk berdasarkan 6 (enam) tepat di Wilayah tanggung jawabnya.
  2. Tugas dan Tanggung jawab Distributor :
    • Bertanggung jawab atas kelancaran   penyaluran pupuk bersubsidi dari Lini III sampai dengan Lini IV di Wilayah tanggung jawabnya sesuai dengan prinsip 6 (enam) tepat. (Tepat Harga, Jumlah, jenis, tempat, waktu dan sasaran).
    • Bertanggung jawab atas penyampaian dan diterimanya pupuk bersubsidi oleh Pengecer yang ditunjuknya pada saat pembelian sesuai dengan jumlah dan jenis serta nama dan alamat Pengecer yang bersangkutan.
    • Menyalurkan pupuk bersubsidi hanya kepada Pengecer yang ditunjuk sesuai dengan harga yang dietapkan Produsen.
    • Melaksanakan sendiri kegiatan pembelian dan penyaluran Pupuk bersubsidi.
    • Berperan aktif membantu Produsen melaksanakan Penyuluhan dan Promosi.
    • MelakukanPeembinaan, pengawasan dan Penilaian terhadap kinerja Pengecer dalam melaksanakan penjualan pupuk bersubsidi kepada petani dan/atau Kelompok Tani di Wilayah tanggung jawabnya serta melaporkan hasil pengawasan damn penilaian tersebut kepada Produsen yang menunjuknya.

Tugas Pengecer :

  1. Pengecer wajib melaksanakan Penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan 6 (enam) tepat di Lini IV kepada Petani dan/atau Kelompok tani berdasarkan RDKK.
  2. Tugas dan Tanggung jawab Pengecer :
    • Bertanggung jawab atas kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi yang diterimanya dari Distributor kepada Kelompok Tani/Petani.
    • Bertanggung jawab menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan peruntukannya.
    • Bertanggung jawab dan menjamin persediaan atas semua jenis pupuk bersubsidi di Wilayah tanggungjawabnya untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Distributor.
    • Melaksanakan sendiri kegiatan penyaluran pupuk bersubsidi hanya kepada Kelompok Tani/Petani sebagai konsumen akhir sesuai dengan lingkup wilayah tanggungjawabnya.
    • Menjual secara tunai pupuk bersubsidi sesuai dengan HET yang berlaku dalam kemasan 50 Kg., 40 Kg. atau 29 Kg. dengan penyerahan barang di Lini IV/Kios Pengecer.
    • Wajib memasang papan nama dengan uikuran 0,50  X  0,75 m sebagai Pengecer Resmi dari Distributor yang ditunjuk oleh Produsen.
    • Wajib memasang daftar harga sesuai HET yang berlaku.

 

 

SOSIALISASI PEDAGANG KAKI LIMA KELURAHAN KUNDURAN

KUNDURAN, Pembinaan Organisasi Pedagang Kaki Lima Dan Asongan yang dilakukan oleh Dinas perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Blora dilaksanakan di Kecamatan Kunduran, diikuti perwakilan Pedagang Kaki Lima dan Asongan daerah Kec. Kunduran yang dilaksanakan selama 2 hari  dari tanggal 17 Mei sampai 18 Mei 2016.


Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pembinaan mengenai PKL dan Asongan tentang bagaimana Tata Tertib berdagang, serta Bagaimana menarik pembeli agar mau membeli dagangan PKL maupun Asongan, selain itu juga para Pedagang diberi tawaran berupa Kredit Usaha Rakyat untuk membantu modal dalam berdagang.
Acara ini dibuka oleh Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kab. Blora, Ir. Maskur, M.M. dimana Beliau juga menyampaikan beberapa poin penting mengenai Pedagang Kaki Lima dan Asongan, seperti :

  • PKL di Kec. Kunduran diharapkan mampu menerapkan organisasi PKL seperti di Kota Blora. Sebagai pembanding dan tolok ukur bahwa PKL di Kota Blora sudah memiliki manajemen perdagangan yang baik dan tertib.
  • Lokasi PKL layaknya didirkan secara terpusat atau tersentralisasi. Akan lebih baik juga para PKL dan Asongan berdagang di tempat yang banyak dikunjungi pembeli seperti di Pasar Kunduran.
  • PKL harus mempunyai brand/dagangan khas Kunduran. Untuk menarik pembeli, hendaknya PKL memiliki dagangan khas Kunduran sehingga pembeli ketika menyambangi Kec. Kunduran pasti akan mencari tahu apa makanan/barang khas yang diproduksi di Kunduran.
  • Harus ada kreatifitas/pengembangan dalam usaha. Pengembangan dalam berdagang perlu dilakukan sehingga mampu bersaing (secara sehat) antar PKL serta mampu meningkatkan daya jual. Kreatifitas dimaksud terutama metode dalam menjual produk, seperti kemasan dan rasa untuk penjual makanan.
  • Tingkat kebersihan/penyajian dagangan bagi PKL perlu diperhatikan. Pembeli akan tertarik untuk dating jika PKL mampu menjaga kebersihan tempat dagangannya.
  • Harus ada kesepakatan tentang harga jual dagangan PKL. Harga merupakan hal utama yang jadi pertimbangan pembeli, sehingga harus ada kesepakatan bersama mengenai harga jual.

 

 

STUDI BANDING DI KOPERASI WANITA SETIA BUDI WANITA MALANG

MALANG, Studi Banding di Koperasi Wanita SBW (Setia Budi Wanita) Malang yang dilakukan oleh Dinas perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Blora dilaksanakan di Kabupaten Malang, diikuti perwakilan anggota dari Kopwan region Blora dan Kopwan region Cepu yang dilaksanakan selama 2 hari  dari tanggal 10 Mei sampai 11 Mei 2016.


Studi Banding ini dimaksudkan menambah wawasan bagi anggota Koperasi Wanita yang ada di Kabupaten Blora, terutama dalam hal bagaimana membangun serta mengelola Kopwan dengan baik.
Menurut Pimpinan Kopwan SBW, sangat panjang perjalanan mereka dalam membentuk Kopwan bahkan sempat mengalami jatuh bangun, tentunya hal tersebut menjadi inspirasi bagi Koperasi Wanita khususnya di Kabupaten Blora bahwa dalam mendirikan Kopwan memang tidak mudah dan butuh keseriusan, namun bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

 


Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Drs, Eddy Sumaryanto mengungkapkan bahwa Studi Banding ini diharapkan mampu memberi pengetahuan lebih bagi Pengurus Koperasi Wanita di Kabupaten Blora khususnya dalam hal Manajemen Koperasi serta dapat dijadikan sebagai inspirasi bahwa Kopwan SBW Malang memiliki Sejarah, “Berdiri – Berkembang – Jatuh – Bangkit dan Berkembang kembali”.

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 28 Juni 2016 09:49)

 

PELATIHAN MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN BIDANG MAKANAN OLAHAN BERBASIS POTENSI DESA

BANJAREJO, Pelatihan pembuatan makanan olahan berbahan dasar umbi – umbian dan pisang yang dilakukan oleh Dinas perindustrian perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Blora dilaksanakan di Rumah kepala Desa Sendanggayam kecamatan Banjarejo, diikuti oleh 20 peserta dan dilakukan selama 3 hari  dari tanggal 26 April sampai 28 April 2016 dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Tahun 2016.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan para ibu – ibu dalam mengolah makanan, pengembangan / inovasi bahan baku lokal seperti Ketela dan Pisang untuk diolah menjadi makanan yang berkualitas, berdaya saing tinggi dan mempunyai nilai ekonomis tinggi.


Menurut kepala Desa Sendanggayam Kec. Banjarejo, Kab. Blora, Ibu Mihartiningsih dengan adanya pelatihan ini peserta bisa mendapatkan ilmu dari instruktur praktek dan teori sehingga bisa meningkatkan skill yang telah dimiliki dan mengembangkan industri olahan makanan mengingat bahan baku yang tersedia cukup banyak di Desa Sendanggayam. Sehingga nantinya bisa tercipta lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan keluarga.

 


“Pemerintah telah memberikan kesempatan untuk memperdayakan masyarakat dalam mengolah makanan yang berbahan dasar dari potensi yang ada di desa tersebut, Pelatihan pembuatan makanan olahan dari bahan Baku Lokal di Desa Sendanggayam, kecamatan Banjarejo dirasa sangat tepat sasaran melihat bahan baku berupa Pisang dan Ketela mudah didapatkan di daerah tersebut dan pesertanya memiliki semangat untuk maju,” ungkap Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Drs, Eddy Sumaryanto dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Blora sekaligus membuka resmi acara pelatihan tersebut.

 
Sedang Online
Ada 2 tamu online
Foto Pejabat
Statistik Pengunjung
Pengunjung : 5
Web Link : 6
Content Hits : 39872
Link Kabupaten