KLIK DISINI UNTUK MELIHAT-LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA RATA-RATA KEPOKMAS DAN BARANG STRATEGIS KABUPATEN BLORA PER TANGGAL 5 NOPEMBER 2015
Terjemahan
Indonesian Chinese (Simplified) English
Kurs Mata Uang
Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com ?>
Promosi

Industri

Perdagangan

Koperasi

UMKM

Home

STUDI BANDING SISTEM RESI GUDANG DI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN CIANJUR

Cianjur, 12 Februari 2016. Dalam rangka Penyiapan dan Strategi Implementasi Sistem Resi Gudang, Dinperindagkop Kabupaten Blora dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Blora melakukan Studi Banding di Dinperindag Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan pada Tanggal 12 Februari 2016. Kegiatan ini memfokuskan pada Implementasi Resi Gudang yaitu dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang terdaftar secara khusus yang diterbitkan oleh pengelola gudang.

Studi Banding ini dulakukan guna Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blora. Berikut beberapa ringkasan laporan dari kegiatan Studi Banding SRG Cianjur :

Profil Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) Pemda Cianjur.

Gudang SRG Pemda Cianjur dibangun pada tahun 2009 dengan Stimulus Fiskal oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) Kementerian Perdagangan RI. Pada tahun 2010 Gudang SRG Cianjur mendapatkan bantuan berupa Mesin Dryer Gabah beserta bangunan dan perlengkapan sarananya. Tahun 2011 melengkapi; izin gudang, sertifikasi atau persetujuan Gudang SRG Oleh PT. Sawu, membuat MoU Pendampingan dengan PT. Pertani, Membentuk Tim SRG dengan SKPD yang di tandatangani Bupati, menunjuk calon pengelola (Koperasi Niaga Mukti), menyiapkan APBD, dll. Pada Tanggal 8 April 2011 terbit RESI GUDANG perdana di Kabupaten Cianjur yang diterbitkan oleh PT. Pertani sebagai pendamping Koperasi Niaga Mukti. Tahun 2015 mendapatkan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pembelian 2 unit truk dan Mesin RMU (Rice Milling Unit) atau Mesin Penggiling Gabah beserta bangunannya.

 

Langkah-langkah Penyiapan Implementasi SRG.

  1. Menganalisa Potensi Lahan Komoditi yang akan dimasukan ke Gudang SRG khususnya di sekitar gudang radius 10km atau 5 Kecamatan yang berdekatan dengan gudang SRG umumnya sekabupaten.
  2. Membuat Tim SRG dengan SKPD terkait yang ditandatangani Bupati bila diperlukan untuk dibentuk Tim Implementasi SRG.
  3. Menyiapkan & Menyeleksi serta menunjuk calon pengelola gudang SRG yang akan didampingi oleh pengelola seperti Koperasi atau Perseroan Terbatas (PT.) yang siap akan menjadi pengelola gudang SRG.
  4. Memperhatikan  Personil-personil calon pengelola apakah memenuhi kriteria dan serius akan mengelola gudang SRG apakah sudah memahami SRG, bila belum memahami maka kita yang memahami teorinya harus disampaikan kepada calon pengelola.
  5. Memantau dab Mengevaluasi perkembangan SRG secara holistik/menyeluruh minimal per minggu.
  6. Menyiapkan anggaran untuk kegiatan SRG seperti sarana prasarana yang belum ada tapi sangat diperlukan, sosialisasi kepada yang berpotensi akan menyimpan komoditinya di gudang SRG.
  7. Membuat Program dan Analisa SWOT SRG bila diperlukan.
  8. Memberikan kepercayaan kepada pelaksana dan pejabat minimal Kasi yang tupoksinya menangani SRG supaya tidak dirotasi sebelum SRG terimplementasikan.
  9. Calon Pengelola harus terus didampingi oleh Pengelola.
  10. Harus banyak membaca dan memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan SRG.

Strategi Implementasi SRG.

  1. Lengkapi Sarana Prasarana Gudang.
  2. Disertifikasi Gudangnya sesia SNI.
  3. Cari Calon Pengelola yang memahami Implementasi SRG dan Ilmu/Pengetahuan tentang SRG.
  4. Gudang SRG dijadikan pusat kegiatan yang sifatnya mempromosikan keberadaan dan fungsi SRG.
  5. Mengoptimalkan kinerja Kasi dan Pelaksana dibawahnya.
  6. Menghitung Potensi Bagah yang akan masuk ke Gudang SRG.
  7. Membuat Strategi Kebijakan Pemda setempat dalam rangka Implementasi SRG.
  8. Membuat analisa yang sudah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dalam rangka implementasi SRG.
  9. Merangkul Petani-Petani yang memiliki lahan luas.
  10. Merangkul pemilik penggilingan-penggilingan padi baik kecil, menengah maupun besar.
  11. Merangkul tengkulak yang mengetahui pemilik lahan-lahan pertanian.
  12. Merangkul Koperasi yang bergerak disektor pertanian.
  13. Jangan malu bertanya baik ke BAPPEBTI maupun ke Kabupaten yang sudah memiliki Implementasi SRGnya.

Kesimpulan.

  • Pengelola  atau  calon pengelola harus serius dan mampu memanfaatkan peluang usaha di  Sitem Resi Gudang
  • Pengelola  atau  calon pengelola harus  sangat memahami apa itu Sistem Resi Gudang
  • Calon pengelola harus bersinergis dengan pendamping atau pengelola gudang, dengan BAPPEBTI, Pemerintah Daerah, Perbankan, Lpk, Asuransi, Pelaku Usaha, Petani Poktan Atau Gapoktan, dan instansi terkait lainnya.
  • Calon pengelola harus mempersiapkan diri untuk menjadi pengelola selama di dampingi oleh pengelola gudang misalnya  PT Pertani, PT BGR, PT Pos, Food Stasion
  • Pengelola  atau calon pengelola  harus mempersiapkan personil seperti satpam, kuli bongkar muat, operator komputer, operator mesin pengering gabah, operator RMU, supir (lebih efisien satpam merangkap kuli bongkar muat dan operator mesin pengering gabah) dan (operator  komputer merangkap tenaga administrasi).
  • MoU dengan pendamping jangan sampai terputus sampai calon pengelola mendapat persetujuan menjadi pengelola srg dari bappebti Kemendag RI.
  • Calon pengelola harus menghargai dan menghormati pengelola atau pendamping (seperti murid harus menghargai dan menghormati gurunya)
  • Setelah jadi pengelola tularkan virus positif kepada calon pengelola lain.

Foto-Foto Kegiatan Studi Banding SRG.

Ringkasan Laporan Studi Banding SRG Cianjur.

 

 
Sedang Online
Ada 27 tamu online
Foto Pejabat
Link Kabupaten