KLIK DISINI UNTUK MELIHAT-LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA RATA-RATA KEPOKMAS DAN BARANG STRATEGIS KABUPATEN BLORA PER TANGGAL 5 NOPEMBER 2015
Terjemahan
Indonesian Chinese (Simplified) English
Kurs Mata Uang
Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com ?>
Promosi

Industri

Perdagangan

Koperasi

UMKM

Home Beranda

Hacked By TryDee

Blora, 25 Oktober 2017. Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Manajemen Usaha Retail di Hotel Blora Indah. Kegiatan ini mengajak perwakilan dari KUD sebanyak 30 yang akan mengikuti Pelatihan selama 2 hari dari Tanggal 24 s/d 25 Oktober 2017. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan mengnai pengelolaan perkoperasian teruatama KUD. Beberapa hal yang ditekankan pada kegiatan kali ini antara lain Jati Diri dan Peta Juang Koperasi, Pentingnya Renstra Bagi Koperasi, Simulasi Penyusunan Renstra dilanjutkan Presentasi Peserta pada Hari Ke-2.

Pada Hari Ke-2 dilanjutkan materi mengenai Simulasi Penyusunan Renstra yang meliputi Strategi dan Peta Jalan. Strategi disini lebih menjelaskan mengenai makna dan fungsi Renstra itu sendiri yang merupakan kepanjangan dari dari Rencana Strategi, yang biasanya di bentuk dari Visi, Misi, Tujuan, Kebijakan, Program dan Kegiatan yang berorientasi pada apa yang hendak di capai dalam kurun waktu tertentu sehubungan dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Intansi/Lembaga, disusun dengan mempertimbangkan perkembangan lingkungan strategik. Sedangkan Peta Jalan membahas mengenai proses sistematik tentang bagaimana Renstra tersebut disusun sehingga mendapatkan rencana strategis yang sesuai dengan target.

Terakhir Diperbaharui (Selasa, 14 November 2017 16:31)

 

PELATIHAN MANAJEMEN USAHA RETAIL

Blora, 24 Oktober 2017. Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Manajemen Usaha Retail di Hotel Blora Indah. Kegiatan ini mengajak perwakilan dari KUD sebanyak 30 yang akan mengikuti Pelatihan selama 2 hari dari Tanggal 24 s/d 25 Oktober 2017. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan mengnai pengelolaan perkoperasian teruatama KUD. Beberapa hal yang ditekankan pada kegiatan kali ini antara lain Jati Diri dan Peta Juang Koperasi, Pentingnya Renstra Bagi Koperasi, Simulasi Penyusunan Renstra dilanjutkan Presentasi Peserta pada Hari Ke-2.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Beliau menekankan mengenai Eksistensi KUD dimana selama ini KUD masih banyak yang belum berjalan maksimal seperti keterlambatan RAT dan pasifnya kinerja anggota koperasi.

Salah satu narasumber yaitu Arsad Dalimunte, H.C. menyampaikan materi yang berikaitan dengan Jati Diri dan Peta Juang Koperasi, beberapa hal disampaikan mengenai Penyebab Koperasi tidak berkembang yang cenderung disebabkan oleh faktor internal sendiri seperti pengetahuan yang kurang pada anggota dalam mengelola koperasi.

Kegiatan hari pertama ini cenderung fokus terhadap bagaimana cara mengelola koperasi agar lebih berkembang, peserta diajak mengubah pola pikir dan mengubah kebiasaan yang kurang efektif dalam mengelola koperasi.

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 09 November 2017 01:18)

 

PELATIHAN BRANDING DAN KEWIRAUSAHAAN BIDANG MAKANAN OLAHAN DESA WONOSEMI KECAMATAN BANJAREJO

BANJAREJO – Pemerintah Kabupaten Blora Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM )  berupaya secara bertahap mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program dan Kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Salah satunya, dengan mengadakan pelatihan Branding dan Kewirausahan bagi wirausaha baru yang bertujuan mewujudkan sumber daya manusia ( SDM ) yang berkualitas serta menambah jumlah pengusaha baru yang ada di kabupaten Blora yang tangguh dan mandiri serta di harapkan  dapat membuka peluang atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 ( dua ) hari mulai tanggal 4 s/d 5 Oktober 2017 bertempat di Balai Desa Wonosemi Kec. Banjarejo Kab. Blora, serta diikuti  peserta sebanyak 25 orang.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) Kabupaten Blora, yang diwakili oleh Kepala Bidang Koperasi Drs. Edy Suprapto, M.Si,  pada dasarnya Pelatihan Branding dan kewirausahaan bagi wirausaha baru ini di harapkan bisa menambah ilmu dan wawasan dalam berwirausaha, Bila sebelumnya mereka berusaha asal – asalan, mudah – mudahan dengan mengikuti pelatihan ini usahanya bisa berkembang dan maju.

Panca pelatihan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) Kab. Blora akan mendamping dan membimbing para peserta pelatihan agar bisa membuat makanan olahan yang mempunyai ciri khas / produk unggulan Desa Wonosemi. Yang diharapkan pula bisa mendongkrak perekonomian Desa Wonosemi.

 

PELATIHAN BRANDING DAN KEWIRAUSAHAAN BIDANG MAKANAN OLAHAN DESA TURIREJO KECAMATAN JEPON

BANJAREJO – Pemerintah Kabupaten Blora Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM )  berupaya secara bertahap mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program dan Kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Salah satunya, dengan mengadakan pelatihan Branding dan Kewirausahan bagi wirausaha baru yang bertujuan mewujudkan sumber daya manusia ( SDM ) yang berkualitas serta menambah jumlah pengusaha baru yang ada di kabupaten Blora yang tangguh dan mandiri serta di harapkan  dapat membuka peluang atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 ( dua ) hari mulai tanggal 8 s/d 9 September 2017 bertempat di Balai Desa Turirejo Kec. Jepon Kab. Blora, serta diikuti  peserta sebanyak 25 orang.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) Kabupaten Blora, yang diwakili oleh Kepala Bidang Koperasi Drs. Edy Suprapto, M.Si,  Kegiatan Pelatihan Branding dan kewirausahaan bagi wirausaha baru ini di harapkan bisa menambah ilmu dan wawasan dalam berwirausaha, Bila sebelumnya mereka berusaha asal – asalan, mudah – mudahan dengan mengikuti pelatihan ini usahanya bisa berkembang dan maju dan produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk yang lain. Diharapkan pula dalam menciptakan makanan olahan harus menggunakan bahan dasar yang di Desa tersebut, seperti ketela, pisang, waluh. Karena dengan bahan itu bisa diciptakan makanan yang beraneka ragam.

Terakhir Diperbaharui (Kamis, 09 November 2017 00:49)

 

SOSIALISASI PENINGKATAN PENGAWASAN PEREDARAN BARANG DAN JASA ( DBHCHT ) TAHUN 2017 KEPADA PARA PEDAGANG CUKAI TEMBAKAU / ROKOK

Jepon - Kabupaten Blora Dalam rangka menekan peredaran produk rokok IIegal dan mengoptimalkan pendapatan  Negara dari produksi rokok, pemerintah Kabupaten Blora mengadakan sosialisasi peningkatan pengawasan peredaran barang / jasa kepada pedagang Cukai / tembakau rokok yang di ikuti oleh 40 Peserta .


Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu Tanggal 26 April 2017 di Kecamatan Todanan dihadiri oleh Sekretaris Dindagkop & UKM  Kab.Blora, Camat Todanan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Ditjen Bea dan Cukai, serta pedagang  cukai tembakau / rokok.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Blora, Mohammad Soleh, S.Sos, M.M.  mengatakan bahwa  tembakau merupakan komoditas penting sebagai bahan baku rokok. maka dari itu melalui sosialialisasi yang digelar ini menjadi penting guna menyampaikan ketentuan yang berlaku, bahwa rokok harus membayar cukai, sehingga diperlukan fungsi pengawasan terhadap cukai rokok ini, dengan harapan masyarakat dan pedagang toko atau kios  dapat mengetahui dan memahami serta mematuhi ketentuan yang berlaku di bidang cukai.
Mohammad Soleh, S.Sos, M.M.  berharap kepada peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan ini sebaik – baiknya sehingga kedepan dapat memahami ketentuan yang berlaku di bidang cukai.


Sehingga masyarakat mengetahui mana rokok  illegal maupun Legal yang saaat ini banyak rokok pita cukai palsu dan rokok tidak dilengkapi pita cukai sehingga dapat merugikan pendapatan Negara maupun masyarakat sekitar terutama bagi para pedagang selaku penjual rokok.
Sedangkan dampak peredaran rokok illegal yaitu terganggunya kinerja dan pasar hasil tembakau, Industri SKM  serta dapat merugikan keeuangan Negara karena rokok illegal tidak membayar cukai.


Menurut Sagiman  salah satu peserta sosialisasi sangat senang  dengan adanya sosialisasi seperti ini, kedepan masyarakat maupun penjual rokok yang ada di kios dan toko tidak lagi membeli dan menjual rokok yang tidak punya pita cukai rokok yang tidak dilengkapi pita cukai yang dapat merugikan Negara dan bagi para penjual rokok dan toko.

 
Sedang Online
Ada 19 tamu online
Foto Pejabat
Link Kabupaten