KLIK DISINI UNTUK MELIHAT-LAPORAN PERKEMBANGAN HARGA RATA-RATA KEPOKMAS DAN BARANG STRATEGIS KABUPATEN BLORA PER TANGGAL 5 NOPEMBER 2015
Terjemahan
Indonesian Chinese (Simplified) English
Kurs Mata Uang
Kurs Jual Beli
sumber: KlikBCA.com ?>
Promosi

Industri

Perdagangan

Koperasi

UMKM

Home Beranda

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI WIRAUSAHA BARU BIDANG MAKAN OLAHAN DI DESA DRINGO KECAMATAN TODANAN

TODANAN – Pemerintah Kabupaten Blora Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM )  berupaya secara bertahap mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program dan Kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Salah satunya, dengan mengadakan pelatihan Branding dan Kewirausahan bagi wirausaha baru yang bertujuan mewujudkan sumber daya manusia ( SDM ) yang berkualitas serta menambah jumlah pengusaha baru yang ada di kabupaten Blora yang tangguh dan mandiri serta di harapkan  dapat membuka peluang atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 ( dua ) hari mulai tanggal 12 s/d 13 Mei 2017 bertempat di Balai Desa Dringo Kecamatan Todanan Kabupaten Blora dan di hadiri sebanyak 25 peserta.

Kepala Desa Dringo Ibu Musyarofah berterima kasih kepada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang telah melaksanakan kegiatan pelatiahan kewirausaahan di desa Dringo ini, dia berharap kepada para peserta pelatihan agar bersungguh – sungguh dalam mengikuti pelatihan ini agar bisa menyerap ilmu yang telah diberikan dan nantinya dapat diterapkan dan bisa menambah penghasilan keluarga.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) Kabupaten Blora, yang diwakili oleh Kasi UKM Totok Muhartoyo, SE,MM, pada dasarnya Pelatihan Branding dan kewirausahaan bagi wirausaha baru ini di harapkan bisa menambah ilmu dan wawasan dalam berwirausaha, Bila sebelumnya mereka berusaha asal – asalan, mudah – mudahan dengan mengikuti pelatihan ini usahanya bisa berkembang dan maju dan diharapkan peserta pelatihan dapat menciptakan perbedaan dalam mengolah makanan karena dengan perbedaan bisa mengangkat produk yang telah diolah.

 

 

SOSIALISASI PENINGKATAN PENGAWASAN PEREDARAN BARANG DAN JASA ( DBHCHT ) TAHUN 2017 KEPADA PARA PEDAGANG CUKAI TEMBAKAU / ROKOK

Jepon - Kabupaten Blora Dalam rangka menekan peredaran produk rokok IIegal dan mengoptimalkan pendapatan  Negara dari produksi rokok, pemerintah Kabupaten Blora mengadakan sosialisasi peningkatan pengawasan peredaran barang / jasa kepada pedagang Cukai / tembakau rokok yang di ikuti oleh 40 Peserta .


Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu Tanggal 26 April 2017 di Kecamatan Todanan dihadiri oleh Sekretaris Dindagkop & UKM  Kab.Blora, Camat Todanan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Ditjen Bea dan Cukai, serta pedagang  cukai tembakau / rokok.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Blora, Mohammad Soleh, S.Sos, M.M.  mengatakan bahwa  tembakau merupakan komoditas penting sebagai bahan baku rokok. maka dari itu melalui sosialialisasi yang digelar ini menjadi penting guna menyampaikan ketentuan yang berlaku, bahwa rokok harus membayar cukai, sehingga diperlukan fungsi pengawasan terhadap cukai rokok ini, dengan harapan masyarakat dan pedagang toko atau kios  dapat mengetahui dan memahami serta mematuhi ketentuan yang berlaku di bidang cukai.
Mohammad Soleh, S.Sos, M.M.  berharap kepada peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan ini sebaik – baiknya sehingga kedepan dapat memahami ketentuan yang berlaku di bidang cukai.


Sehingga masyarakat mengetahui mana rokok  illegal maupun Legal yang saaat ini banyak rokok pita cukai palsu dan rokok tidak dilengkapi pita cukai sehingga dapat merugikan pendapatan Negara maupun masyarakat sekitar terutama bagi para pedagang selaku penjual rokok.
Sedangkan dampak peredaran rokok illegal yaitu terganggunya kinerja dan pasar hasil tembakau, Industri SKM  serta dapat merugikan keeuangan Negara karena rokok illegal tidak membayar cukai.


Menurut Sagiman  salah satu peserta sosialisasi sangat senang  dengan adanya sosialisasi seperti ini, kedepan masyarakat maupun penjual rokok yang ada di kios dan toko tidak lagi membeli dan menjual rokok yang tidak punya pita cukai rokok yang tidak dilengkapi pita cukai yang dapat merugikan Negara dan bagi para penjual rokok dan toko.

 

RAPAT KOORDINASI GERAKAN KOPERASI DENGAN DINAS PERDAGANGAN KOPERASI DAN UKM KAB. BLORA

JEPON – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menegah Kabupaten Blora mengadakan Rapat koordinasi bersama gerakan koperasi yang ada di Kabupaten Blora. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Makan Mr.Green pada tanggal 25 April 2017 dengan 100 peserta.

 

Dalam Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, sekaligus membuka acara rapat koordinasi tersebut.

 

“ Saya ingin dengan diadakanaya Rapat koordinasi ini sebagai kebangkitan kembali Koperasi Di Blora. Dan menjalin hubungan antara dinas dengan koperasi untuk meningkatkan kewibawaan koperasi dan memajukan koperasi dan sebagai media untuk membahas permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan koperasi, serta juga akan dibahas beberapa isu aktual dan strategi yang memberikan pengaruh terhadap proses pembangunan koperasi.“ kata Ir. Maskur .MM

 

 

PELATIHAN BRANDING DAN KEWIRAUSAHAAN BAGI WIRAUSAHA BARU

Bogorejo – Pemerintah Kabupaten Blora Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM )  berupaya secara bertahap mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program dan Kegiatan yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat. Salah satunya, dengan mengadakan pelatihan Branding dan Kewirausahan bagi wirausaha baru yang bertujuan mewujudkan sumber daya manusia ( SDM ) yang berkualitas serta menambah jumlah pengusaha baru yang ada di kabupaten Blora yang tangguh dan mandiri serta di harapkan  dapat membuka peluang atau lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 ( tiga ) hari mulai tanggal 16 s/d 18 Maret 2017 bertempat di Gedung Gapoktan Desa Nglengkir Kec. Bogorejo Kab. Blora yang di hadiri oleh Kepala Desa Nglengkir, Muspika Kecamatan  Bogorejo, serta diikuti peserta sebanyak 25 orang..  

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) Kabupaten Blora, yang diwakili oleh Kasi UKM Totok Muhartoyo, SE,MM, pada dasarnya Pelatihan Branding dan kewirausahaan bagi wirausaha baru ini di harapkan bisa menambah ilmu dan wawasan dalam berwirausaha, Bila sebelumnya mereka berusaha asal – asalan, mudah – mudahan dengan mengikuti pelatihan ini usahanya bisa berkembang dan maju dan diakhir kegiatan nanti akan diadakan Magang ( PKL ) di Sarangan Kab. Magetan.

Panca pelatihan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ) kab. Blora akan mendamping dan membimbing mereka agar bisa mengakses perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Saat ini banyak program kredit pemerintah seperti KUR ( Kredit Usaha Rakyat ) atau kredit lainnya, kita akan coba akseskan dengan para wira usaha baru yang membutuhakan modal untuk melakukan atau memperbesar usahanya.

 

SOSIALISASI PENINGKATAN PENGAWASAN PEREDARAN BARANG DAN JASA ( DBHCHT ) TAHUN 2017 KEPADA PARA PEDAGANG CUKAI TEMBAKAU / ROKOK

Jepon - Kabupaten Blora Dalam rangka menekan peredaran produk rokok IIegal dan mengoptimalkan pendapatan  Negara dari produksi rokok, pemerintah Kabupaten Blora mengadakan sosialisasi peningkatan pengawasan peredaran barang / jasa kepada pedagang Cukai / tembakau rokok yang di ikuti oleh 40 Peserta .


Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu Tanggal 15 Maret 2017 di Ruang Pertemuan LT.II Ayam Bakar Mak Gogok 2 Kelurahan Jepon Kabupaten Blora dihadiri oleh Kepala Dindagkop & UKM  Kab.Blora, Camat Jepon, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta pedagang  cukai tembakau / rokok.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Blora, Ir. MASKUR, MM  mengatakan bahwa  tembakau merupakan komoditas penting sebagai bahan baku rokok. maka dari itu melalui sosialialisasi yang digelar ini menjadi penting guna menyampaikan ketentuan yang berlaku, bahwa rokok harus membayar cukai, sehingga diperlukan fungsi pengawasan terhadap cukai rokok ini, dengan harapan masyarakat dan pedagang toko atau kios  dapat mengetahui dan memahami serta mematuhi ketentuan yang berlaku di bidang cukai.
Ir. MASKUR, MM  berharap kepada peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan ini sebaik – baiknya sehingga kedepan dapat memahami ketentuan yang berlaku di bidang cukai.


Sehingga masyarakat mengetahui mana rokok  illegal maupun Legal yang saaat ini banyak rokok pita cukai palsu dan rokok tidak dilengkapi pita cukai sehingga dapat merugikan pendapatan Negara maupun masyarakat sekitar terutama bagi para pedagang selaku penjual rokok.
Sedangkan dampak peredaran rokok illegal yaitu terganggunya kinerja dan pasar hasil tembakau, Industri SKM  serta dapat merugikan keeuangan Negara karena rokok illegal tidak membayar cukai.


Menurut Sagiman  salah satu peserta sosialisasi sangat senang  dengan adanya sosialisasi seperti ini, kedepan masyarakat maupun penjual rokok yang ada di kios dan toko tidak lagi membeli dan menjual rokok yang tidak punya pita cukai rokok yang tidak dilengkapi pita cukai yang dapat merugikan Negara dan bagi para penjual rokok dan toko.

 
Sedang Online
Ada 34 tamu online
Foto Pejabat
Link Kabupaten